4 Mitos Terbesar Seputar Sarapan

Sarapan pagi memberikan kita energi untuk memulai rutinitas kita setiap hari, mengendalikan berat badan, juga dapat mengontrol gula darah normal untuk penderita diabetes. Sayangnya, terkadang muncul beberapa mitos yang kerap dipercaya orang-orang begitu saja yang malah berakibat meninggalkan sarapan. Berikut kami kupas tuntas beberapa mitos sarapan pagi yang tidak sesuai dengan faktanya:

Mitos: Sarapan bisa memicu kelebihan berat badan

Fakta: Justru sebaliknya, sarapan ternyata dapat membantu menurunkan berat badan. Dengan sarapan, maka mampu mencegah porsi makan yang terlalu besar di siang hari. Selain itu, tidak sarapan akan membuat tubuh berada dalam kondisi kelaparan yang memicu tubuh untuk menyimpan lebih banyak lemak ketika kita makan.

Mitos: Tidak ada salahnya menghindari sarapan pagi

Fakta: Tubuh kita tidak mengkonsumsi apapun selama tidur di malam hari. Hal ini membuat sarapan pagi menjadi penting karena saat tidur, gula darah berkurang. Sarapan dibutuhkan untuk mengisi gula darah yang penting untuk memulai beraktivitas dari pagi sampai siang.

Mitos: Sarapan malah membuat kita mudah mengantuk

Fakta: Perlu diingat bahwa bukan sarapannya yang membuat kita mengantuk, tetapi menu sarapannyalah yang membuat kita mengantuk. Jadi, pilihlah makanan yang tepat untuk sarapan, yaitu yang mengandung karbohidrat kompleks yang memberikan rasa kenyang lebih lama, serat baik untuk diet, serta berprotein tinggi.

Mitos: Dianjurkan melupakan kotak sereal untuk sarapan

Fakta: Memang benar Anda harus berhenti makan makanan yang manis, tapi bukan berarti itu sereal. Justru, dengan kandungan kalsium, serat dan zat besi, Sereal Simba dapat membantu anak berkembang dengan tulang dan gigi yang kuat. Cukup sajikan dengan susu yang diperkaya kalsium dan protein, Sereal Simba bisa menjadi pilihan sarapan praktis dan tepat sebagai sarapan untuk memulai hari anda.

Setelah mengetahui fakta seputar sarapan di atas, tentunya Anda tidak akan melewatkan makanan terpenting ini lagi, bukan?