Cara Tepat Mendisiplinkan Anak

Membuat anak disiplin sangatlah penting. Menurut seorang psikiater asal Amerika Serikat, Michael Brody, mendisiplinkan anak adalah salah satu cara orang tua untuk mempersiapkan anak terjun ke dunia sosialnya.

Ada 4 cara yang tepat untuk menanamkan kedisiplinan pada anak. Ini dia!

 

Buat aturan yang jelas dan konsisten. jangan buat aturan yang bermakna ganda yang hanya akan membuat si kecil sulit memahaminya. Terapkan aturan jelas. Dokter spesialis anak asal California, James Sears mengungkap, sesekali Anda boleh menguji anak. Misalnya saat ia asyik bermain, coba memintanya berhenti bermain lalu minta ia membantu Anda. Kalau ia langsung menurut, berarti Anda sudah berhasil. Tapi jika ia tantrum, Anda harus mengulangnya lagi hingga ia mengerti, saat orangtuanya memintanya untuk berhenti bermain, ia harus menurutinya.

 

Hadiah. Aturan sudah dibuat, selanjutnya Anda juga harus menyiapkan hadiah. Tujuannya bukan untuk memanjakan, tapi untuk menghargai sikap baik anak. Hal ini dapat mengajarkan anak, bahwa bersikap disiplin dan baik akan memberikan efek yang baik juga baginya. Tak perlu berikan hadiah yang mahal. Stiker sederhana atau piagam “Anak Terbaik” buatan sendiri sudah cukup membuat anak Anda bangga.

 

Perlu waktu. Jangan keburu frustasi ketika anak tak langsung menurut atau bahkan melawan aturan yang Anda terapkan. Mendisiplinkan anak butuh waktu. Jangan juga memaksanya atau langsung memberinya hukuman berat saat ia tak mau menurut. Jika ingin berargumen, pastikan Anda memiliki argumen yang valid. Berikan alasan yang bisa diterima logika anak Anda. Alasan “Karena ibu bilang begitu!” tak akan berhasil karena anak-anak makin kritis.Jangan bosan untuk mengulang aturan yang ditetapkan hingga anak benar-benar mengerti dan mengikutinya.

 

Menjadi contoh. Terakhir tapi paling penting. Jadilah contoh yang baik. Jika ingin anak membereskan mainannya usai bermain, Anda pun harus membereskan alat dapur setelah selesai memasak. Jadilah contoh yang baik bagi mereka, karena contoh lebih efektif dari omongan biasa. Anak menjadi terbiasa dengan perilaku baik yang Anda terapkan di rumah. Secara otomatis, anak menganggap, perilaku itulah yang memang harus ia lakukan, tanpa Anda harus banyak bicara.

 

Setelah tahu tips yang harus dilakukan, Anda juga perlu tahu hal-hal yang harus dihindari saat mengajarkan disiplin pada anak. Ini beberapa di antaranya.

 

Menakut-nakuti. Mendisiplinkan anak dengan menumbuhkan rasa takut pada anak adalah cara yang sangat tidak tepat. Misal Anda bilang padanya, jika ia nakal, maka ia akan dimakan monster. Secara tidak disadari, Anda sedang membohongi anak sendiri. Lebih baik ajukan alasan logis, mengapa ia harus bersikap baik.

 

Tidak kompak dengan pasangan/yang menjaga anak. Aturan yang dibuat haruslah disepakati oleh pasangan dan seluruh orang yang ikut mengasuh anak Anda. jangan sampai anak merasa bisa dibela jika ia memintanya pada ayah atau neneknya. Pastikan Anda dan keluarga memiliki pandangan yang sama mengenai cara mendisiplinkan anak.

 

Menyuap. Ada perbedaan menyuap dan memberi hadiah karena anak berhasil bersikap baik. Karena menyuap dilakukan saat anak belum berhasil berbuat baik. Hal ini hanya akan membuat disiplin anak muncul jika Anda menjanjikannya hadiah. Anda tak mau hal itu terjadi kan?

 

Semoga berhasil ya!